Palembang – Poltekkes Kemenkes Palembang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Preceptor dan Mentorship sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran klinik dan meningkatkan kapasitas pembimbing praktik mahasiswa keperawatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada 11, 12, dan 18 Mei 2026, dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ns. Maryana, S.Kep., S.Psi., M.Kep. dan Nova Malisa, S.Kep., Ners., M.Kep..
Kegiatan ini secara resmi dibuka langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Muhamad Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes.. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pembimbing klinik dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa keperawatan agar mampu menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui metode daring dan luring. Pada 11 dan 12 Mei 2026, kegiatan dilaksanakan secara daring (online) dengan penyampaian materi terkait konsep preceptorship dan mentorship, strategi pembimbingan mahasiswa klinik, komunikasi efektif, supervisi pembelajaran, serta evaluasi kompetensi mahasiswa selama praktik klinik.
Narasumber, Ns. Maryana, S.Kep., S.Psi., M.Kep., menyampaikan bahwa peran seorang preceptor dan mentor sangat strategis dalam membentuk kompetensi, karakter profesional, serta kepercayaan diri mahasiswa selama menjalani praktik klinik.
“Preceptor bukan hanya membimbing keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga menjadi role model dalam membangun sikap profesional, komunikasi terapeutik, serta pengambilan keputusan klinik. Melalui mentorship yang baik, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dunia kerja pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, Nova Malisa, S.Kep., Ners., M.Kep. turut menyampaikan materi mengenai Konsep Dasar Bimbingan Klinik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Metode Pembelajaran Klinik, dan Metode Evaluasi sebagai bagian penting dalam penguatan kompetensi Clinical Instructor (CI) di lahan praktik.
Sementara itu, pada 18 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan secara luring (offline) dalam bentuk praktik langsung sebagai implementasi materi yang telah diperoleh peserta selama sesi daring. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai peran preceptor dan mentor melalui simulasi, diskusi kasus, serta praktik pembimbingan klinik.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta workshop yang terdiri dari Clinical Instructor (CI) dari berbagai rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, dan institusi pendidikan, yaitu: CI RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang, CI RSUD Siti Fatimah, CI RSUD Palembang BARI, CI RS Bhayangkara M. Hasan, CI RS Muhammadiyah Palembang, CI RS Jiwa Ernaldi Bahar, CI RS Pusri Palembang, CI Panti Sosial Harapan Kita, CI Puskesmas Merdeka Palembang, dan CI Puskesmas Makrayu Palembang
Kehadiran peserta dari berbagai institusi pelayanan kesehatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan lahan praktik klinik.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi aktif, berbagi pengalaman lapangan, hingga pembahasan berbagai tantangan dalam mendampingi mahasiswa di wahana praktik. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Palembang dengan mitra pelayanan kesehatan dalam mendukung pembelajaran klinik yang berkualitas.
Melalui kegiatan Pelatihan Preceptor dan Mentorship ini, Poltekkes Kemenkes Palembang berharap dapat meningkatkan kompetensi para pembimbing klinik sekaligus memperkuat mutu pendidikan keperawatan, sehingga menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.










